Cara Membuat Pizza Indonesia
Salah satu makanan impor yang semakin digemari orang Indonesia
adalah Pizza. Seiring dengan arus globalisasi dan peradaban makanan, kini masyarakat
pedesaan apalagi masyarakat perkotaan dipastikan pernah bahkan sering mencicipi
makanan yang berasal dari Italia ini.
Sebenarnya dari manakah tepatnya makanan pizza berasal?
Sejarawan makanan mengklaim bahwa pizza berasal dari dari sebuah kota di wilayah tetangga Lazio. Walaupun kota Naples di Italia juga mengklaim pizza sebagai masakan kebanggan mereka.
Penggunaan awal kata pizza sendiri sebenarnya telah ditemukan dalam catatan gereja di
Gaeta, Lazio. Catatan tersebut merupakan bagian dari perjanjian sewa pada masa
Dark Ages atau Zaman Kegelapan yang tertulis pada 997 Masehi, berdasarkan
penelitian oleh Giuseppe Nocca. Tak percaya? Silakan baca beritanya
disini.
Dulu pizza merupakan makanan yang paling istimewa dan hanya dihidangkan untuk para uskup gereja sebagai hidangan natal dan paskah. Juga sebagai hidangan raja-raja.
Seiring dengan perkembangan zaman, kini pizza menjadi makanan yang hampir bisa dikatakan biasa dan siapa saja boleh menikmatinya. Gerai atau cafe makanan yang menyediakan pizza tersebar dimana-mana terutama di kota besar. Di kampung aneka makanan yang bisa dikatakan sebagai PIZZA KW pun tak kalah bermunculan.
Sebelum ke cara membuat pizza, kapan dan bagaimana sebenarnya pizza masuk ke Indonesia?
Walaupun semua sepakat bahwa negara asal makanan pizza adalah Italia, tahukah anda bahwa sebenarnya bukan pizza dari Italia yang terlebih dahulu masuk ke Indonesia.
Negara manakah itu?
Yup...Amerika!
Pizza yang berasal dari Amerika lah yang pertama kali masuk ke Indonesia. Menurut Ketua Umum Indonesian Chef Association Perwakilan Jakarta, Setiyanto mengatakan, pizza pertama kali masuk Indonesia di akhir abad ke-20, yang dibawa oleh salah satu restoran pizza ternama dan tertua di Indonesia, yang berasal dari Amerika.
Lantas apa perbedaan pizza Amerika dan Pizza Italia? Apakah beda dalam cara membuat pizza nya ataukah beda dalam rasa?
Orang awam mungkin akan sangat susah jika disuruh membedakan mana pizza Amerika dan mana pizza Italia. Tapi bagi para chef dan penggemar pizza akan sangat mudah membedakan pizza Amerika dan pizza Italia.
Menurut Chef Setiyanto tentang perbedaan pizza Amerika dan Italia karakteristik kedua pizza itu sangat berbeda. Ada dua perbedaan
mendasar jika Anda ingin membedakannya, pertama dari sisi adonan dan kedua adalah topping/filling.
"Pizza Amerika adonannya tebal. Sementara
untuk pizza Italia adonan atau layernya itu tipis sekali," kata Setiyanto.
Perbedaan ketebalan ini membuat tekstur dari
kedua pizza itu berbeda. Pizza Amerika memiliki layer yang empuk seperti roti,
sementara pizza Italia teksturnya renyah.
"Kalau Italia filling-nya tebal, kalau Amerika filling-nya
tipis," ujar Setiyanto. Selain itu, Setiyanto menambahkan filling pizza Italia lebih spesifik sedangkan
pizza Amerika fillingnya campuran.
"Pizza Italia kalau cheese pizza ya isinya hanya cheese. Kalau
sosis, ya sosis semua," imbuhnya. Berbeda dengan pizza Amerika yang
mencampurkan beberapa bahan dalam satu pizza, meski dalam menunya hanya
tertulis pizza daging sapi.
"Amerika enggak spesifik, tapi mixed
up. Biasanya dia campuran. Ada sosis, ada beef,
ada cheese,
semua dicampur. Cheese-nya juga
campur-campur."
Benarkah Pizza termasuk junk food dan makanan yang tidak sehat?
Dalam berbagai kasus, kontroversi akan tetap ada. Termasuk kontroversi apakah pizza tergolong junk food atau makanan sampah dan digolongkan kedalam makanan cepat saji lainnya seperti hamburger, kentang goreng, ayam goreng cepat saji, oleh karena itu pizza bukan makanan yang sehat. Jumlah kalori yang terdapat dalam pizza sangat tinggi sehingga menjadi faktor yang menyebabkan obesitas terutama di daerah perkotaan.
Benarkah demikian?
Bagi orang yang pro bahwa pizza bukan makanan yang sehat didasarkan pada analisis sekelompok ilmuwan yang menerbitkan hasil analisis terbaru terkait dengan pizza. Penelitiannya dilakukan pada anak-anak di AS yang dikenal sangat menggemari pizza, dimana hasil penelitiannya menyebut bahwa "PIZZA dapat membunuh anak-anak anda"
Dilansir dari lamanGawker, para ilmuwan terlatih tersebut menyebut ‘pizza pie’ sebagai salah satu penyebab terbesar obesitas pada anak.
Perlakuan membiarkan anak Anda mengonsumsi makanan sarat lemak dan garam dari 'Stuft Crust' atau jenis-jenis pizza lain secara langsung berkontribusi terhadap evolusi cepat bangsa Amerika menjadi bangsa yang para pemudanya tidak tangguh.
Harian LA Times menyebutkan, “Pada hari tertentu, 22 persen dari anak-anak berusia antara 6 dan 19 memakan pizza. (Jumlah tersebut dibandingkan dengan 14 persen dari balita dan 13 persen dari orang Amerika secara keseluruhan.) Di hari pizza dimakan, makanan tersebut menciptakan 22 persen kalori pada anak-anak dan 26 persen kalori pada remaja,” berdasarkan hasil temuan para peneliti.
Para ilmuwan mengatakan, pizza sendiri merupakan target perang salib yang bertujuan untuk melindungi anak-anak. Pertanyaan pun mencuat, bagaimana konsumsi pizza dan perang terhadap makanan tersebut dapat berbeda dengan teori The Pizza Belt. Pizza Belt adalah wilayah di Amerika Serikat di mana kesempatan untuk mendapatkan irisan terbaik dari pizza lebih besar dari 50 persen. Wilayah tersebut dari petak wilayah Jersey ke Rhode Island.
Para ilmuwan menganggap, kebanyakan orang tua di Amerika adalah orang tua yang buruk. Tidak hanya karena memberi makan anak mereka pizza, tetapi karena memberikan pizza yang buruk untuk anak mereka.